Perkuat Kolaborasi, BRMP Sumut dan Penyuluh CWS Bahas Strategi Percepatan LTT 2026
Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Utara melaksanakan rapat koordinasi bersama Penyuluh Co Working System (CWS) Provinsi Sumatera Utara guna membahas percepatan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Kelompok Substansi Pendampingan Modernisasi Pertanian dan Kelompok Substansi Penyuluhan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara LO BRMP dan penyuluh CWS dalam mendorong percepatan LTT di wilayah binaan. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa setiap kendala di wilayah binaan harus dilaporkan secara tertulis kepada LIP disertai dokumentasi OpenCam sebagai bahan tindak lanjut. Selain itu, target LTT dibagi dalam target tahunan, bulanan hingga harian dan di-breakdown hingga tingkat kecamatan, serta diwajibkan melampirkan justifikasi apabila target tidak tercapai. Mengingat adanya prediksi dari BMKG terkait potensi kekeringan, petani juga disarankan menanam Varietas Unggul Baru (VUB) yang tahan terhadap kondisi kekeringan.
Pada sesi pembahasan kondisi wilayah, beberapa daerah menyampaikan kendala di lapangan. Seperti di Kabupaten Langkat, kekeringan menyebabkan penurunan debit air dan irigasi di Namo Sira-sira mengalami kendala, ditambah kebiasaan petani yang lebih memilih menanam jagung saat musim kemarau serta faktor eksternal seperti keterbatasan BBM untuk operasional alat dan mesin pertanian. Sementara di Kabupaten Serdang Bedagai, adanya pengerukan sedimentasi sungai membuat pihak wilayah telah berkoordinasi dengan BBWS untuk pengaturan buka-tutup aliran air guna membantu petani mendapatkan pasokan air irigasi. Di Kabupaten Deli Serdang, Bendung D.I Serdang yang telah dibangun sekitar tujuh tahun namun belum beroperasi turut menjadi perhatian, mengingat bendungan tersebut berpotensi mengairi lebih dari 4.000 hektare lahan pertanian di tiga kecamatan. Melalui koordinasi ini diharapkan sinergi antara BRMP Sumatera Utara dan penyuluh CWS semakin kuat dalam mengatasi kendala di lapangan dan memastikan target LTT tahun 2026 dapat tercapai.